Poster Caleg di pohon Langgar UU No.32 th 2009

Muaragembong 13 Maret 2014 – Mendekati momen Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif pada 9 April 2014, para calon legislatif (caleg) mulai gencar mempromosikan dirinya lewat Baligho dan poster. Sayangnya, alat peraga caleg semakin tidak ramah lingkungan, karena dipaku di pohon, diikat di tiang listrik atau telepon & dipasang di sembarang pagar ataupun tembok. Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 15 Tahun 2013, saat pelaksanaan kampanye dilarang memasang spanduk, baliho, billboard, reklame, banner di desa/kelurahan lebih dari satu. Namun demikian, KPU tidak melarang pemasangan alat-alat peraga kampanye di kantor partai, rumah calon legislatif (caleg), atau pendukung.

Gambar

Puluhan baligho dan poster caleg tersebut tebar pesona dan mempromosikan dengan berbagai tulisan seruan dan ajakan untuk memilih dirinya sebagai legislator di DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Daerah pemilihan Kabupaten Bekasi.

Begitu banyak Alat peraga kampanye tersebut terlihat membuat semerawut Jalan-Jalan Umum dan jalan lingkungan diwilayah Daerah Pemilihan 5 Kabupaten Beasi, Kec. Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Hal tersebut tentu tidak ramah terhadap lingkungan. “Banyak poster caleg yang dipaku di pohon di pinggir jalan, di pohon sepanjang jalan Muaragembong penuh dg Atribut dr berbagai partai. jelas-jelas ini melanggar kedaulatan pohon yang seharusnya dilindungi.” 

Poster, baligho, bendera, umbul-umbul dan banner tersebut diantaranya ; Taih Minarno Caleg DPRD Dapil V dr Partai Demokrat, H. Hasan Bisri DPRD Davil V dr PPP, Novi Yasin, S. Kg, Caleg DPRD Dapil V dari Partai Golkar, Aef Saefurrahman Caleg DPRD Dapil V dari PDIP sangat tidak berbuat bijak pada alam, seharusnya, seorang Calon Legislatif bisa mencontohkan niat yg baik kepada masyarakat dalam hal pelestarian lingkungan.

“Caleg yg memaku pohon2 itu ga pernah baca UU No.32 th 2009 tentang perindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan kata lain mereka sudah mendustakan UUD 1945 dan pancasila.”

Gambar

Meski poster dan atribut para caleg tersebut dipasang sembarangan, namun belum ada tindakan tegas dari Panwaslu kecamatan Muaragembong. Sampai saat ini Puluhan poster dan baliho caleg dari berbagai parpol itu masih terpampang disembarang tempat.

“Mestinya Panwaslu harus tegas, dalam hal tersebut, laporkan ke KPU, dan KPUD harus TANGKAP dan ADILI Caleg perusak lingkungan.”

Muaragembong merupakan Lingkungan Pengendapan Sedimen (Misteri Pulau Timbul)

 

I. Konsep Tentang Lingkungan Pengendapan Lingkungan pengendapan adalah tempat mengendapnya material sedimen beserta kondisi fisik, kimia, dan biologi yang mencirikan terjadinya mekanisme pengendapan tertentu (Gould, 1972). Interpretasi lingkungan pengendapan dapat ditentukan dari struktur sedimen yang terbentuk. Struktur sedimen tersebut digunakan secara meluas dalam memecahkan beberapa macam masalah geologi, karena struktur ini terbentuk pada tempat dan waktu pengendapan, sehingga struktur ini merupakan kriteria yang sangat berguna untuk interpretasi lingkungan pengendapan. Terjadinya struktur-struktur sedimen tersebut disebabkan oleh mekanisme pengendapan dan kondisi serta lingkungan pengendapan tertentu. Beberapa aspek lingkungan sedimentasi purba yang dapat dievaluasi dari data struktur sedimen di antaranya adalah mekanisme transportasi sedimen, arah aliran arus purba, kedalaman air relatif, dan kecepatan arus relatif. Selain itu beberapa struktur sedimen dapat juga digunakan untuk menentukan atas dan bawah suatu lapisan.

Gambar

Didalam sedimen umumnya turut terendapkan sisa-sisa organisme atau tumbuhan, yang karena tertimbun,terawetkan. Dan selama proses Diagenesis tidak rusak dan turut menjadi bagian dari batuan sedimen atau membentuk lapisan batuan sedimen. Sisa-sia organisme atau tumbuhan yang terawetkan ini dinamakan fossil. Jadi fosill adalah bukti atau sisa-sisa kehidupan zaman lampau. Dapat berupa sisa organisme atau tumbuhan, seperti cangkang kerang, tulang atau gigi maupun jejak ataupun cetakan. Dari studi lingkungan pengendapan dapat digambarkan atau direkontruksi geografi purba dimana pengendapan terjadi. Lingkungan pengendapan merupakan keseluruhan dari kondisi fisik, kimia dan biologi pada tempat dimana material sedimen terakumulasi. (Krumbein dan Sloss, 1963) Jadi, lingkungan pengendapan merupakan suatu lingkungan tempat terkumpulnya material sedimen yang dipengaruhi oleh aspek fisik, kimia dan biologi yang dapat mempengaruhi karakteristik sedimen yang dihasilkannya. Secara umum dikenal 3 lingkungan pengendapan, lingkungan darat transisi, dan laut. Beberapa contoh lingkungan darat misalnya endapan sungai dan endapan danau, ditransport oleh air, juga dikenal dengan endapan gurun dan glestsyer yang diendapkan oleh angin yang dinamakan eolian. Endapan transisi merupakan endapan yang terdapat di daerah antara darat dan laut seperti delta,lagoon, dan litorial. Sedangkan yang termasuk endapan laut adalah endapan-endapan neritik, batial, dan abisal. Contoh Lingkungan Pengendapan Pantai : Proses Fisik : ombak dan akifitas gelombang laut, Proses Kimia : pelarutan dan pengendapan dan Proses Biologi : Burrowing. Ketiga proses tersebut berasosiasi dan membentuk karakteristik pasir pantai, sebagai material sedimen yang meliputi geometri, tekstur sedimen, struktur dan mineralogy. I. Parameter Lingkungan Pengendapan

Parameter fisik meliputi elemen static dan dinamik dari lingkungan pengendapan. 1. Elemen fisik

– Elemen fisik statis meliputi geometri cekungan(Basin); material yang diendapkan seperti kerakal silisiklastik, pasir, dan lumpur; kedalaman air; suhu; dan kelembapan.

– Elemen fisik dinamik adalah faktor seperti energy dan arah aliran dari angin, air dan es; air hujan; dan hujan salju.

2. Parameter kimia termasuk salinitas, pH, Eh, dan karbondioksida dan oksigen yang merupakan bagian dari air yang terdapat pada lingkungan pengendapan.

3. Parameter biologi dari lingkungan pengendapan dapat dipertimbangkan untuk meliputi kedua-duanya dari aktifitas organism, seperti pertumbuhan tanaman, penggalian, pengeboran, sedimen hasil pencernaan, dan pengambilan dari silica dan kalsium karbonat yang berbentuk material rangka. Dan kehadiran dari sisa organism disebut sebagai material pengendapan. III. Proses Sedimentasi dan Produknya

Tiap lingkungan sedimen memiliki karakteristik akibat parameter fisika, kimia, dan biologi dalam fungsinya untuk menghasilkan suatu badan karakteristik sedimen oleh tekstur khusus, struktur, dan sifat komposisi. Hal tersebut biasa disebut sebagai fasies. Istilah fasies sendiri akan mengarah kepada perbedaan unit stratigrafi akibat pengaruh litologi, struktur, dan karakteristik organik yang terdeteksi di lapangan. Fasies sedimen merupakan suatu unit batuan yang memperlihatkan suatu pengendapan pada lingkungan. Proses Pengendapan Di Air Dan Darat

Gambar

Proses pengendapan di air, terbentuknya berupa timbunan di laut dan akan berakhir di air hangat. Namun pada kenyataan yang sering dijumpai, beberapa dikarenakan oleh aliran sungai. Ini juga termasuk timbunan di danau dan delta. Keseluruhan proses pengendapan hingga saat ini dapat diamati dalam berbagai bentuk walaupun ada beberapa aspek pengendapan yang tidak sempurna. Kemungkinan ini digunakan untuk mengklasifikasikan cara utama dimana material mengendap karena perpindahan air. Proses pengendapan di daratan, sebagai tempat awal, tertransportasikan oleh arus sungai yang deras. Batuan yang terpisah / tanah yang tererosi akan dibawa oleh aliran sungai, mulai dari dasar hingga menuju puncaknya. Selama arus bergerak membelok dan memasuki area, kecepatannya akan menurun dan semakin banyaknya muatan yang dibawa akan terendap pada kerucut aluvial atau kipas aluvial. Endapan akan dapat dibedakan disekitar pegunungan dan sering dijumpai pada derah yang luas dan dalam. Banyak material sedimen ditemukan di daratan pesisir di Amerika dan kemungkinan terbentuk di daerah tersebut. Timbunan menunjukkan stratigrafi yang berasal dari formasi alaminya, dan karena perubahan volume aliran sungai yang deras, lapisan yang ada di dekatnya akan menjadi sangat berubah. Timbunan kerucut aluvial selalu menunjukkan perbedaan utama dari endapan kasar [termasuk bongkahan] di puncak dengan lempung di luarnya. Jika proses erosi terus berlanjut tanpa adanya pergerakan bumi, material yang ada di kerucut alivisl akan tererosi sendirinya. Tingkat akhir dalam proses pertumbuhan sungai juga menjadi faktor proses pengendapan. Setelah sungai mencapai tingkat dewasa, akan bertambah volume pengangkatan material sedimennya. Natural leeves akan terbentuk pada saluran sungai dan pada saat itu juga air meluap, mengisi area lain disetiap sampingnya dimana proses pengendapannya lambat. Area ini lebih dikenal sebagai alluvial / plain. Timbunan material di area tersebut juga akan terstratigrafikan. Didaerah padang pasir, sungai mengalir menuju ke cekungan dalam yang kering / terisi air yang dangkal. Pengendapannya terjadi di bebrapa daerah dimana ketika air meluap membawa banyak material. Jika pergerakan bumi mendukung proses pengendapan, dalamnya timbunan akan menjadi seimbang dan kejadian ini ternyata sudah berlangsung dari waktu yang cukup lama. Material akan terstratigrafikan, namun banyak juga yang hilang. Material tersebut bervariasi, biasanya mencakup lapisan garam dan gypsum. Sungai mengalir menuju danau dan membawa timbunan kemudian menuju delta dan laut. Pengendapan di laut biasanya terbentuk dalam 3 daerah, yaitu :

1. Zona pantai

2. Zona dangkalan

3. Zona laut dalam

Material pada zona pantai memiliki keadaan alami secara sementara, sejak timbul di garis pantai dan akan berubah secara tetap. Material ini didominasi oleh materioal kasar [pasir dan kerikil].

Transportasi

Proses transprtasi adalah proses perpindahan / pengangkutan material yang diakibatkan oleh tenaga kinetis yang ada pada sungai sebagai efek dari gaya gravitasi. Sungai mengangkut material hasil erosinya dengan berbagai cara, yaitu

a. Traksi, yaitu material yang diangkut akan terseret pada dasar sungai.

b. Rolling, yaitu material akan terangkut dengan cara menggelinding pada dasar sungai.

c. Saltasi, yaitu material akan terangkut dengan cara meloncat pada dasar sungai.

d. Suspensi, yaitu proses pengangkutan material secara mengambang dan bercampur dengan air sehingga menyebabkan air sungai menjadi keruh.

e. Solution, yaitu pengangkutan material larut dalam air dan membentuk larutan kimia.

Gambar

Sedimentasi

Proses sedimentasi adalah proses pengendapan material karena aliran sungai tidak mampu lagi mengangkut material yang dibawanya. Apabila tenaga angkut semakin berkurang, maka material yang berukuran besar dan lebih berat akan terendapkan terlebih dahulu, baru kemudian material yang lebih halus dan ringan. Bagian sungai yang paling efektif untuk proses pengendapan ini adalah bagian hilir atau pada bagian slip of slope pada kelokan sungai, karena biasanya pada bagian kelokan ini terjadi pengurangan energi yang cukup besar. Ukuran material yang diendapkan berbanding lurus dengan besarnya energi pengangkut, sehingga semakin ke arah hilir, energi semakin kecil, material yang diendapkanpun semakin halus. Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan. Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan lama kelamaan akan menjadi batuan sedimen. Hasil proses sedimentasi di suatu tempat dengan tempat lain akan berbeda.

#Berpikir &Berbuat Baik Pada Alam

Jawaban teoritik ilmiah akan fenomena adanya pulau di pantai muara kuntul diantara desa pantai mekar dan desa pantai sederhana Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Sardi Adi Saputra)

WOUW… ADA PULAU DADAKAN DI PESISIR MUARAGEMBONG BEKASI

Pantai Sederhana 24/02/2014 – Warga Muaragembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Kaget ketika menemukan Gundukan pasir yang teletak ditengah laut sebelah selatan Desa Pantai Mekar dan di sebelah utara Desa Pantai Sederhana, daratan berupa hamparan pasir yang timbul tersebut membentuk membentuk huruf Z memanjang hingga Kp. Muara besar Desa Pantai Bahagia.

“Biasanya tahun-tahun yang lalu, tidak sampai tinggi daratannya, tp sekarang tinggi bangett, sudah gitu panjang dan membentuk pantai,” Ungkap Maman, Nelayan Muara Jaya Desa Pantai Mekar senin 24 Pebruari 2014

Gambar

. Menurut maman, Fenomena alam tanah timbul tersebut terjadi akibat Gelombang besar dari perairan Jakarta beberapa waktu lalu hingga membawa banyak pasir dari tengah laut ke sepanjang pesisir Muaragembong, dan akhirnya menjadi gundukan pasir berbentuk pulau pasir dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang kurang lebih hingga 1,5 Kilometer.

Tanah timbul yang membentuk pantai tersebut terletak 500 meter dari bibir pantai Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Hamparan pasir yg timbul tersebut kini ramai dikunjungi warga dengan menggunakan perahu dari Tempat Pelelangan Ikan Muara Jaya. “Dengan biaya Rp. 2000. Masyarakat bisa sampai ke lokasi Pulau buaya, paling sekitar setengah jam dah sampai dilokasi,” Imbunya.

Gambar

Sementara itu menurut, Lurah Jejen Kepala Desa Pantai Sederhana menjelaskan, bahwa pulau dadakan ini muncul sekitar 3 minggu yang lalu dan biasanya akan ada hingga bulan Agustus mendatang, sebelum surut, lokasi laut tersebut memang dangkal, dan dasarnya adalah hamparan pasir. “Makanya dari dulu namanya Pulau buaya,” Tukasnya.

Lebih lanjut Lurah Jejen menambahkan, Pulau Buaya atau Lokasi tanah timbul tersebut asalnya adalah perkampungan yang tenggelam dan habis dikikis Abrasi. “Memang dulunya itu adalah Kampung Muara kuntul dan disebelah selatan namanya kampung muara mati. Dua kampung tersebut sudah lenyap di gerus Abrasi sekitar tahun 2000an, makanya daerah tersebut ketika bulan-bulan tertentu saat laut surut datang, dia langsung membentuk dataran berupa hamparan pasir atau pantai, karna memang wilayah tersebut bekas daratan. ” Jelasnya.

Gambar

Sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak pemerintah Kabupaten Bekasi terkait adanya fenomena alam tersebut. Yang jelas saat ini warga Muaragembong punya tempat Wisata murah meriah. Yaitu sebuah pulau dadakan dengan hamparan pasir yang muncul secara misterius.

“Warga saya datang ke pulau itu buat rekreasi, jadi tidak perlu jauh-jauh ke Pantai Pakisjaya Karawang, disinipun ada” pungkasnya. (Ucie)

Indonesia Memperingati Hari Primata

Ditulis oleh ProFauna pada Kam, 01/30/2014 – 12:00

Aktivis lingkungan dan pecinta satwa di berbagai daerah di Indonesia serentak memperingati Hari Primata Indonesia yang jatuh setiap tanggal 30 Januari. Peringatan Hari Primata Indonesia yang dimotori oleh ProFauna Indonesia itu diperingati di berbagai kota di propinsi Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua. Peringatan hari primata Indonesia itu dilakukan dengan demonstrasi di pusat-pusat keramaian kota dan juga edukasi untuk anak-anak. Dalam kampanye hari primata Indonesia itu aktivis menyerukan dihentikannya perdagangan primata Indonesia.

Seruan itu dilakukan karena perdagangan primata menjadi ancaman paling serius terhadap kelestarian primata Indonesia, setelah kerusakan habitat. Lebih dari 95% primata yang diperdagangkan di Indonesia itu adalah hasil tangkapan dari alam. Proses penangkapan, pengangkutan dan perdagangan primata itu seringkali juga kejam. Ada banyak primata yang mati dalam proses perdagangan primata tersebut.

Salah satu primata yang kini sedang banyak diperdagangkan adalah kukang (Nycticebus sp). Kukang yang diperdagangkan itu banyak yang sudah dicabuti gigi taringnya oleh pemburu, ini untuk memberi kesan bahwa kukang adalah binatang yang jinak dan tidak menggigit. Kukang yang aktif di malam hari itu menjadi favorit primata yang diperdagangkan karena bentuknya yang lucu dan terkesan jinak. Sepanjang tahun 2013 ProFauna Indonesia mencatat sedikitnya ada 40 kasus perdagangan kukang secara online.

Jenis primata yang diperdagangkan secara online itu antara lain kukang (Nycticebus sp), surili (Presbytis comata), lutung jawa (Trachypithecus auratus) dan Tarsius (Tarsius sp). Kukang adalah jenis primata yang paling banyak diperjualbelikan pada tahun 2013.

Momen Hari Primata Indonesia itu digunakan oleh aktivis lingkungan untuk mengajak masyarakat membantu dalam upaya pelestarian primata Indonesia, salah satu caranya dengan tidak memperujualbelikan primata. Salah satu cara termudah bagi masyarakat adalah dengan tidak membeli primata. Pemeliharaan primata di rumah sebagai satwa peliharaan juga rawan terjadinya penularan penakit (zoonosis) seperti TBC, hepatitis dan herpes. Membiarkan primata hidup di habitat alaminya, adalah pilihan bijak yang bisa dilakukan setiap orang untuk alasan kelestarian primata dan kesehatan masyarakat.

Juru kampanye ProFauna Indonesia, Swasti Prawidya Mukti mengatakan, “perayaan hari primata Indonesia yang baru tahun ini diperingati ini dilaksanakan di lebih dari 25 lokasi yang berbeda di seluruh Indonesia. Ini sangat menggembirakan karena ada banyak kelompok masyarakat yang peduli akan kelestarian primata Indonesia”.

ProFauna Indonesia juga mendesak pemerintah untuk lebih serius menangani perdagangan primata yang dilindungi. Masih banyak primata yang dilindungi undang-undang yang diperdagangkan seperti kukang, lutung jawa dan siamang. Menurut UU nomor tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan primata idlindungi itu dilarang dan pelakunya bisa diancam dengan hbukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100  juta.

Sementara itu. di dunia terdapat sekitar 200 jenis primata dan 40 jenis atau hampir 25 % diantaranya hidup di Indonesia. Pada tahun 2000 badan konservasi internasional IUCN menerbitkan daftar 25 jenis primata yang paling terancam punah di dunia. Dari 25 jenis primata tersebut, empat diantaranya adalah primata asal Indonesia yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Tarsius Siau (Tarsius tumpara), Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dan Simakubo (Simias cocolor). Primata tersebut akan benar-benar punah dari alam jika tidak ada upaya nyata untuk menyelamatkannya.

Tunggu foto-foto kampanye hari primata Indonesia di berbagai daerah yang akan segera kami publikasikan di website ini! Terima kasih untuk semua suporter ProFauna dan berbagai komunitas yang telah turut merayakan hari primata Indonesia!

Sumber : http://www.profauna.net/

EKSOTISME HUTAN MANGROVE DI MUARAGEMBONG

Image

Kabupaten Bekasi sangat berpotensi  memiliki taman wisata alam di daerah konservasi mangrove, di kawasan Kp. Muara Belacan Desa Pantai Harapan Jaya, Kabupaten Bekasi Utara ini akan menjadi paru-paru kota bagi warga selatan kabupaten Bekasi maupun Bekasi kota.

Image

 

Tanaman mangrove berfungsi menghalau air laut pasang atau rob, termasuk abrasi laut. Jika sudah menjadi Kawasan wisata mangrove tak ayal kawasan tersebut akan dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga sekitar.” Setidaknya jika taman ini berkembang, secara ekonomi akan menguntungkan warga sekitar. Sebab warga bisa berjualan souvenir dan oleh-oleh hasil laut para nelayan setempat sehingga denyut perekonomian warga akan berdetak keras, ” kata Komarudin Ibnu Mikam. Aktifis dan budayawan Bekasi.

ImageImage

Karena itu, Warga kota atau kabupaten Bekasi diharapkan agar turut menjaga kelestarian hutan Alam di wilayah utara kabupaten Bekasi ini. Warga juga harus  turut serta untu menanam pohon di area tersebut sehingga isu pemanasan global dapat teratasi bersama. “Seperti komitmen pemerintah yang menyerukan one men one tree. Dengan begitu kita mampu menghadapi isu pemanasan global sekaligus menekan tingkat polusi udara,” imbuhnya.

Image

Di mata Bang Komar, saat ini belum ada tindakan yang berarti dari dinas-dinas terkait, apalagi dengan pakta yang sudah ada, seharusnya mereka lebih sigap dalam penangannya dan tentunya merekalah yang bertanggung jawab atas ratusan hektar hutan mangrove telah rusak sehingga abrasi terus menggrogoti bibir sepanjang pesisir muaragembong ini..

“Di Muaragembong ini juga banyak sekali satwa-satwa edemik yang langka keberadaannya di Jawa Barat, dan hal tersebut harus terus di jaga keberadaanya di kawasan ini,” pungkasnya.

Image

satwa langka jenis Lutung Jawa di Muaragembong Kabuapten Bekasi terancam punah

MUARA BENDERA, PANTAI BAHAGIA : Akibat pembalakan liar yang dilakukan oleh warga setempat, Lutung Jawa (Trachypithecus Auratus Mauritius), satwa yang dilindungi dan menjadi daya tarik di Kecamatan Muaragembong, terancam punah.

“Dari informasi yang kami dapat dari masyarakat dan temuan langsung dilapangan, jumlah Lutung jawa di Muarabendera, Kecamatan Muaragembong tidak lebih dari 70-100 ekor. Itupun dalam kelompok-kelompok kecil dan di tempat-tempat berbeda,’ ujar Dr.Rondang Siregar salah seorang Ahli Primata yg beberapa waktu lalu bertandang bersama para Aktifis lingkungan ke Muaragembong untuk penelitian.

Image

Menurut Rondang, akibat rusaknya ekosistem hutan mangrove di sepanjang pesisir menyebabkan berkurangnya tempat habitat Lutung Jawa untuk berkembang biak dan mencari makan. Sehingga, keberadaan Lutung Jawa semakin terpojokkan.. Ia menegaskan, jika ini terus dibiarkan, dalam waktu tidak terlalu lama Lutung Jawa terancam punah karena dan populasinya yang terus menurun.

“Kami kesal keberadaan mereka telah dirusak oleh aksi pembalakan liar dan perluasan tambak tanpa ada upaya dari pemerintah mencegahnya. Malah mereka dengan leluasa menggunakan alat berat(Beko) di sekitar Pesisir Muarabendera,”. Ketusnya.

Image

“Lokasi Populasi Lutung Jawa di Muara Bendera, Desa Pantai Bahagia”

Ia mengatakan, sebaiknya pengusaha, pemerintah dan lembaga pemerintah jangan menutup mata tentang keberadaan lutung Jawa ini. Padahal sesuai dengan Kepmen Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 733/Kpts-II/1999 menetapkan bahwa Lutung Jawa adalah satwa yg tergolong dilindungi, karena jumlah dan keberadaannya yg sudah jarang dijumpai di pulau jawa.

” Dari keputusan itu seharusnya keberadaan Lutung Jawa di Muaragembong menjadi konsentrasi dan perhatian yang lebih untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka,” Imbuhnya.

Sementara Ferlansyah (28) salah seorang aktifis lingkungan Bekasi mengatakan, pemerintah harus bertanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan habitat Lutung Jawa. Selai itu juga mencegah kerusakan lingkungan dari dampak abrasi yg dirasakan.

“Jika yang dianggap langka dan dilindungi saja diabaikan, apalagi yg tidak langka dan tidak dilindungi berarti ada pembiaran dari pemerintah..Padahal semua aktifitas dan laju pertumbuhan daerah itu seluruhnya dapat diatur oleh pemerintah, ” paparnya.

Untuk menyelamatkan populasi yang ada, pihaknya akan membuat salah satu campaign besar yang akan melibatkan masyarakat kota-kabupaten. Hal itu dilakukan untuk membangkitkan rasa peduli terhadap kondisi Muaragembong yang telah rusak.

“Kami akan membuat acara yang bertajuk “Run For Mugo”. Yaitu, aksi lari untuk mendukung dalam perbaikan kondisi ekosistem hutan pesisir dan menyelamatkan populasi satwa unik di Muaragembong” pungkasnya.

Rob Kembali Genangi Sekolah di Muaragembong

Banjir Pasang laut(ROB) yang terjadi kamis malam (17/10/2013) hingga sekarang belum juga surut, adalah SDN 04 Pantai Bahagia yang berada di Kampung Beting Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong, kondisinya masih tergenang oleh air laut. Hal tersebut sangat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di Sekolah.

Gambar

“Untuk sementara, anak-anak menghentikan proses kegiatan belajar mengajar disekolah ini, masing-masing mereka membersihkan ruang kelas yang tergenang oleh air laut, dan kalau banjirnya sudah surut baru masuk lagi,”. ujar salah seorang staf pengajar SDN O4 Pantai Bahagia Samsul Bahri (27) mengeluhkan kondisi yang sering terjadi di sekolah tempat dia mengajar.

Menurut Samsul, seringnya banjir pasang laut di Muaragembong terutama disaat bulan besar, berdampak besar kepada sistem perekonomian warga. Pasalnya, akibat banjir perkampungan warga, tambak dan sekolah-sekolah terendam. Sehingga warga susah untuk beraktifitas.

Gambar

“Anomaly cuaca saat ini susah di prediksi. Akibat banjir aktivitas perekonomian penduduk setempat harus terhenti dan yang paling vital adalah proses kegiatan belajar mengajar di sekolah – sekolah menjadi terhambat,” ungkapnya.

Samsul menambahkan, membiarkan kondisi tersebut berlangsung terus menerus adalah sebuah hal yang harus kita hindari. Banyak hal yang seharusnya dillakukan untuk mengatasi kompleksitas masalah kerusakan lingkungan di Pesisir Muaragembong.

“Salah satunya adalah mengkampanyekan Isu-isu kerusakan lingkungan di Muaragembong kepada semua pihak untuk sadar dan mengerti arti pentingnya pelestarian hutan bakau sebagai salah satu syarat mutlak agar ROB tidak separah ini, dan keberlangsungan lingkungan yang lestari kedepannya di pesisir Muaragembong. (Harapnya)