WOUW… ADA PULAU DADAKAN DI PESISIR MUARAGEMBONG BEKASI

Pantai Sederhana 24/02/2014 – Warga Muaragembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Kaget ketika menemukan Gundukan pasir yang teletak ditengah laut sebelah selatan Desa Pantai Mekar dan di sebelah utara Desa Pantai Sederhana, daratan berupa hamparan pasir yang timbul tersebut membentuk membentuk huruf Z memanjang hingga Kp. Muara besar Desa Pantai Bahagia.

“Biasanya tahun-tahun yang lalu, tidak sampai tinggi daratannya, tp sekarang tinggi bangett, sudah gitu panjang dan membentuk pantai,” Ungkap Maman, Nelayan Muara Jaya Desa Pantai Mekar senin 24 Pebruari 2014

Gambar

. Menurut maman, Fenomena alam tanah timbul tersebut terjadi akibat Gelombang besar dari perairan Jakarta beberapa waktu lalu hingga membawa banyak pasir dari tengah laut ke sepanjang pesisir Muaragembong, dan akhirnya menjadi gundukan pasir berbentuk pulau pasir dengan lebar sekitar 10 meter dan panjang kurang lebih hingga 1,5 Kilometer.

Tanah timbul yang membentuk pantai tersebut terletak 500 meter dari bibir pantai Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Hamparan pasir yg timbul tersebut kini ramai dikunjungi warga dengan menggunakan perahu dari Tempat Pelelangan Ikan Muara Jaya. “Dengan biaya Rp. 2000. Masyarakat bisa sampai ke lokasi Pulau buaya, paling sekitar setengah jam dah sampai dilokasi,” Imbunya.

Gambar

Sementara itu menurut, Lurah Jejen Kepala Desa Pantai Sederhana menjelaskan, bahwa pulau dadakan ini muncul sekitar 3 minggu yang lalu dan biasanya akan ada hingga bulan Agustus mendatang, sebelum surut, lokasi laut tersebut memang dangkal, dan dasarnya adalah hamparan pasir. “Makanya dari dulu namanya Pulau buaya,” Tukasnya.

Lebih lanjut Lurah Jejen menambahkan, Pulau Buaya atau Lokasi tanah timbul tersebut asalnya adalah perkampungan yang tenggelam dan habis dikikis Abrasi. “Memang dulunya itu adalah Kampung Muara kuntul dan disebelah selatan namanya kampung muara mati. Dua kampung tersebut sudah lenyap di gerus Abrasi sekitar tahun 2000an, makanya daerah tersebut ketika bulan-bulan tertentu saat laut surut datang, dia langsung membentuk dataran berupa hamparan pasir atau pantai, karna memang wilayah tersebut bekas daratan. ” Jelasnya.

Gambar

Sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak pemerintah Kabupaten Bekasi terkait adanya fenomena alam tersebut. Yang jelas saat ini warga Muaragembong punya tempat Wisata murah meriah. Yaitu sebuah pulau dadakan dengan hamparan pasir yang muncul secara misterius.

“Warga saya datang ke pulau itu buat rekreasi, jadi tidak perlu jauh-jauh ke Pantai Pakisjaya Karawang, disinipun ada” pungkasnya. (Ucie)

Indonesia Memperingati Hari Primata

Ditulis oleh ProFauna pada Kam, 01/30/2014 – 12:00

Aktivis lingkungan dan pecinta satwa di berbagai daerah di Indonesia serentak memperingati Hari Primata Indonesia yang jatuh setiap tanggal 30 Januari. Peringatan Hari Primata Indonesia yang dimotori oleh ProFauna Indonesia itu diperingati di berbagai kota di propinsi Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua. Peringatan hari primata Indonesia itu dilakukan dengan demonstrasi di pusat-pusat keramaian kota dan juga edukasi untuk anak-anak. Dalam kampanye hari primata Indonesia itu aktivis menyerukan dihentikannya perdagangan primata Indonesia.

Seruan itu dilakukan karena perdagangan primata menjadi ancaman paling serius terhadap kelestarian primata Indonesia, setelah kerusakan habitat. Lebih dari 95% primata yang diperdagangkan di Indonesia itu adalah hasil tangkapan dari alam. Proses penangkapan, pengangkutan dan perdagangan primata itu seringkali juga kejam. Ada banyak primata yang mati dalam proses perdagangan primata tersebut.

Salah satu primata yang kini sedang banyak diperdagangkan adalah kukang (Nycticebus sp). Kukang yang diperdagangkan itu banyak yang sudah dicabuti gigi taringnya oleh pemburu, ini untuk memberi kesan bahwa kukang adalah binatang yang jinak dan tidak menggigit. Kukang yang aktif di malam hari itu menjadi favorit primata yang diperdagangkan karena bentuknya yang lucu dan terkesan jinak. Sepanjang tahun 2013 ProFauna Indonesia mencatat sedikitnya ada 40 kasus perdagangan kukang secara online.

Jenis primata yang diperdagangkan secara online itu antara lain kukang (Nycticebus sp), surili (Presbytis comata), lutung jawa (Trachypithecus auratus) dan Tarsius (Tarsius sp). Kukang adalah jenis primata yang paling banyak diperjualbelikan pada tahun 2013.

Momen Hari Primata Indonesia itu digunakan oleh aktivis lingkungan untuk mengajak masyarakat membantu dalam upaya pelestarian primata Indonesia, salah satu caranya dengan tidak memperujualbelikan primata. Salah satu cara termudah bagi masyarakat adalah dengan tidak membeli primata. Pemeliharaan primata di rumah sebagai satwa peliharaan juga rawan terjadinya penularan penakit (zoonosis) seperti TBC, hepatitis dan herpes. Membiarkan primata hidup di habitat alaminya, adalah pilihan bijak yang bisa dilakukan setiap orang untuk alasan kelestarian primata dan kesehatan masyarakat.

Juru kampanye ProFauna Indonesia, Swasti Prawidya Mukti mengatakan, “perayaan hari primata Indonesia yang baru tahun ini diperingati ini dilaksanakan di lebih dari 25 lokasi yang berbeda di seluruh Indonesia. Ini sangat menggembirakan karena ada banyak kelompok masyarakat yang peduli akan kelestarian primata Indonesia”.

ProFauna Indonesia juga mendesak pemerintah untuk lebih serius menangani perdagangan primata yang dilindungi. Masih banyak primata yang dilindungi undang-undang yang diperdagangkan seperti kukang, lutung jawa dan siamang. Menurut UU nomor tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan primata idlindungi itu dilarang dan pelakunya bisa diancam dengan hbukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100  juta.

Sementara itu. di dunia terdapat sekitar 200 jenis primata dan 40 jenis atau hampir 25 % diantaranya hidup di Indonesia. Pada tahun 2000 badan konservasi internasional IUCN menerbitkan daftar 25 jenis primata yang paling terancam punah di dunia. Dari 25 jenis primata tersebut, empat diantaranya adalah primata asal Indonesia yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Tarsius Siau (Tarsius tumpara), Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dan Simakubo (Simias cocolor). Primata tersebut akan benar-benar punah dari alam jika tidak ada upaya nyata untuk menyelamatkannya.

Tunggu foto-foto kampanye hari primata Indonesia di berbagai daerah yang akan segera kami publikasikan di website ini! Terima kasih untuk semua suporter ProFauna dan berbagai komunitas yang telah turut merayakan hari primata Indonesia!

Sumber : http://www.profauna.net/