Carut marut dan Banyaknya Pungli terkait Program pemasangan Lisdes gratis di Muaragembong

Gambar

Bekasi- Program instalasi listrik desa (Lisdes) gratis di kabupaten bekasi rawan pungutan liar (Pungli) dan pendataan penerima program dalam hal ini masyarakat yang benar-benar tidak mampu, tidak optimal terlaksana secara teknisnya.

Hal tersebut dikeluhkan oleh warga desa Jayasakti Kecamatan Muaragembong yang dalam kenyataannya instalasi listrik di rumah-rumah mereka dipungut bayaran sekitar Rp.200 ribu sampai Rp.300 ribu per rumah dan yang terdata hanya sebagian warga, malah pendataan penerima berdasarkan putusan sepihak yang tentu saja menuai kontra dari beberapa warga yang memang sangat membutuhkannya.

“Kami sangat senang ketika dengar kabar bahwa ada program instalasi listik desa (Lisdes) gratis, tapi kok  disatu sisi cuma kenyataan penerimanya di jayasakti ini Cuma orang-orang lurah aja,terus warga yang dapet pemasangan  tetep di paksa bayar Rp.200 ribu oleh oknum petugas pemasangannya, sama aja bohong kalo gitu mah..” Ungkap Usman (40)  warga kp.kelapadua desa Jayasakti kepada Muaragembonginfo (29/9).

Gambar

Menurut Usman, sebetulnya warga tidak berminat sama sekali untuk pemasangan instalasi listrik saat ini, mengingat ekonomi pasca lebaran sangat sulit. Tapii ketika ada selentingan informasi program gratis untuk pemasangan lisdes, warga pun menjadi antusias dan langsung mendaftarkan diri. Tapii pada kenyataannya, pendataannya tidak jelas dan tentu saja ketika ada pungutan liar, sudah pasti hal itu sangat memberatkan warga.

“Kenapa setiap ada program gratis dari atas, begini mulu… trus ujung-ujungnya tetep ajaa kita bayar juga,” Keluh iwan sambil menghela nafas.

Menanggapi hal itu, salah satu Tokoh Pemuda Pancasila (PP) Jayasakti, Syafei Bukhori. sangat menyayangkan, bahkan dia sangat mengecam kejadian tersebut. Menurutnya, Program instalasi listrik gratis itu diperuntukan bagi warga-warga yang tidak mampu. Namun, Jika masih ada pungutan harusnya Pemkab dalam hal ini Bupati bisa memberikan tidakan tegas dalam pelaksanan dilapangan seperti itu, ” itu tidak bolehh dong. Karna memang program instalator lisdes gratis tersebut sudah dianggarkan oleh APBD untuk warga tidak mampu, jadi tidak boleh ada pihak manapun yang memungut dengan alasan apapun, kalau perlu beri sangsi berat kepada oknum yang pungli itu.” Tegasnya. (Ucie)

Iklan

Pesisir adalah salah satu bagian wilayah terluar dari daratan yg akan menerima dampak perubahan iklim secara nyata

Gambar

Pesisir adalah salah satu bagian wilayah terluar dari daratan yg akan menerima dampak perubahan iklim secara nyata..
banyak hal untuk Menyikapi Dampak Perubahan Iklim di bumi tercinta ini, Marilah Kita Menjaga dan peduli akan keseimbangan ekosistem terutama sepanjang pesisir..

jangan biarkan ROB dan Dampak ABRASI  ini berlangsung terus menerus di pesisir Khususnya Muaragembong wilayah utara Kab. Bekasi.

Gambar

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kompleksitas masalah kerusakan lingkungan di Muaragembong. Salah satunya adalah mengkampanyekan perbaikan lingkungan kepada semua pihak melalui sosial media, ajakan untuk menanam mangrove dan melakukan penyadaran akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai salah satu syarat mutlak keberlangsungan kehidupan masyarakat di pesisir Muaragembong.

Mari hijaukan bumi kita..!!!

Lahan pertanian berkurang drastis di kabupaten Bekasi

MUARAGEMBONG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi mencatat di tahun 2013 lahan pertanian di kabupaten Bekasi mengalami pengurangan cukup drastis sehingga berdampak turunnya jumlah rumah tangga yang bekerja sebagai petani di Kabupaten Bekasi.

Gambar

Menurut kepala BPS Kabupaten Bekasi, Heri Gunawan, minat bekerja kaum muda dibidang pertanian juga dirasa berkurang dan dari mereka telah beralih ke bidang pekerjaan lain seperti jasa, perdagangan maupun industri, dimana lahan pertanian di tahun ini sangat berbeda dibanding sepuluh tahun lalu atau di tahun 2003.

“Para pemuda di kabupaten Bekasi kini beralih pekerjaan menjadi karyawan pabrik di kawasan industri”. Katanya.

Ditambahkannya, lahan pertanian saat ini juga dianggap banyak dialih pungsikan untuk sektor lain seperti lahan industri dan properti . Sehingga tidak menutup kemungkinan kedepannya lahan pertanian makin menyusut seiring pesatnya perkembangan industri di kabupaten Bekasi.

“Lahan yang dulu menjadi lahan pertanian di Kabupaten Bekasi kini sudah berubah menjadi kawasan industri dan perumahan,” imbuhnya. Heri juga memprediksi pasca lebaran ini, penduduk akan bertambah namun belum dapat didata Seinci mungkin yang saat ini jumlah penduduk di kabupaten Bekasi mencapai sekitar 2,8 juata jiwa.

Kalau data pada tahun lalu penduduk Kabupaten Bekasi ada sekitar 2,4 jutaan untuk sekarang sudah bertambah sekitar 2,8 juta Jiwa.” Pungkasnya. (Ucie)